Instagram Posts

Monday, March 26, 2018

[REVIEW] Man Candy by Indah Hanaco

[BOOK INFO]
Judul: Man Candy
 Pengarang: Indah Hanaco
Penerbit: Roro Raya Sejahtera (Twigora)
Genre: Romance
Halaman: 304
Ratings: 🌟🌟🌟🌟🌟
[BLURB]
Aku ingin mencintaimu seperti benang-benang yang jatuh dari pangkuan seorang ibu; tak peduli apakah nantinya kau akan memilihku atau harapku berhenti di simpang jalan yang kau tuju.

Saat kau datang waktu itu, aku tak tahu apa yang perlu kusembunyikan lebih dulu darimu---senyum atau harapan. Namun, kupastikan untukmu; sengaja tak kukunci pintu itu, berjaga jika sewaktu-waktu kau merasa tuntas dengan segala urusanmu, lalu pamit dan berlalu. Aku ingin mencintaimu seperti anak yang berlari dan kembali pulang; tak peduli apakah tubuhku sudah menjadi begitu lelah dan kau hanya diam melihatku yang tak mampu menahan rindu.

Malam itu, aku tiba di masa lalumu---sesuatu yang tak kau ungkapkan pada perempuan-perempuan lain dalam hidupmu. Kudekap seluruh kekhawatiranmu dan kupastikan kau akan baik-baik saja di sini bersamaku. Kepalamu merebah, kata-kata dari benakmu merekah. Hari tak pernah terlalu larut di lantai dua puluh. Dan kota yang ramai begitu jauh... lalu meluruh.


[REVIEW]
Aku terpikat pada bagian sebelum prolog. Suka pada intipan bagaimana Mbak Indah bisa mendapatkan ide untuk menulis Man Candy. Pasti menyenangkan, bisa menulis satu cerita yang terinspirasi dari seorang pria yang terlihat di balkon.

Gabriel Maliq, seorang lelaki yang memiliki perusahaan yang bergerak di lini pakaian pria, meski bukan designernya. Sadar dirinya punya kemampuan di atas rata-rata untuk memikat wanita, Gabe dikenal sebagai pria yang bergonta-ganti pasangan. Sampai saat ini cinta adalah hal yang paling abstrak yang dia tahu. Apalagi konsep keluarga yang menguap dari pikirannya. Mungkin itu juga yang menyebabkan dia selalu jatuh di pelukan wanita yang tidak diharapkannya.


Tory Solana, perempuan yang baru saja putus dari kekasih yang dipacarinya selama lima tahun. Berbagai pihak menyalahkannya tanpa mau bersusah payah mendengarkan apa yang sebenarnya terjadi. Sialnya lagi, si mantan adalah teman baik kakaknya. Akibatnya Bram sering datang ke rumah dan memamerkan pacar barunya. Bukannya patah hati, Tory malah muak terhadap sikap Bram. Akhirnya dia menerima tawaran kakak sulungnya, Anya, untuk pindah ke apartemen di Jakarta. Hanya tujuh menit dari kantornya. Profesinya sebagai bridal consultant membawanya ke pertemuannya dengan Gabriel Maliq.


Pertemuan Tory dan Gabriel bukanlah suatu kejadian yang luar biasa. Mereka bertemu di lift apartemen dan Tory tertidur di sana sampai kepalanya membentur dinding lift. Gabriel yang saat itu sedang bersama Diandra, kekasihnya, bersikap biasa saja.

Cerita memaksa mereka untuk berkenalan lebih jauh. Tory dipaksa Reyta untuk berlibur bersama teman-teman kantornya ke Bali. Dia tidak menduga kalau bos Reyta masih muda dan ternyata adalah orang yang sama dengan yang ditemuinya di lift. Sudah diracuni Reyta dengan perkataan bosnya yang adalah lelaki yang suka berganti-ganti pacar ditambah dengan rasa tidak sukanya pada Gabriel, pertemuan mereka tidak berjalan dengan lancar. Liburan di Bali bagi Gabriel bertambah tidak menyenangkan ketika Diandra muncul di sana, serta sepasang manusia yang sama sekali tidak diinginkan Gabriel. Hubungannya kandas dan lelaki itu memutuskan untuk pulang sehari sebelum rombongan selesai.


Gabriel muak terhadap apa yang terjadi dalam hidupnya, terutama yang berhubungan dengan perempuan. Namun, baru saja dia bersumpah pada dirinya sendiri untuk tidak menjalin hubungan khusus dengan wanita selama lima tahun ke depan, usahanya kandas ketika dia bertemu dengan Penny. Teman semasa kuliah. Tak lama kemudian, dia menaikkan jenjang hubungan mereka menjadi sepasang kekasih. Kisahnya berjalan lancar hingga suatu hari pasangan itu bertemu dengan Tory di kantornya. Saat itu Tory sedang menunggu Reyta untuk makan malam bersama. Tory mencetuskan ide aneh yang selama ini menjadi momok menakutkan Gabriel. Pernikahan.

Gara-gara ide tentang pernikahan yang dicetuskan Tory, itu membangkitkan keinginan dalam diri Penny. Keinginan yang membuat Gabriel merasa cukup. Kesal karena hubungannya harus berakhir, Gabriel berniat balas dendam.

Dia datang ke kantor Happy Day, tempat Tory bekerja, dan ingin memesan gaun pengantin dengan Tory yang menjadi bridal consultant-nya.


Kunjungan pertamanya ke Happy Day tidak berakhir dengan baik. Dia bertemu dengan sosok Bram, mantan kekasih Tory. Ditambah lagi dengan Tory meminta tolong padanya untuk pura-pura menjadi pria yang sedang mendekatinya. Setelah mendengar alasan Tory, Gabriel setuju untuk membantunya.


Peristiwa itu berekor pada suatu hari Gabriel meminta Tory datang ke kantornya untuk membayar 'utang'-nya. Dia menggunakan kehadiran Tory sebagai tunangan yang akan dinikahinya di depan Helen, mantan kekasih menyebalkan yang tidak berhenti menghantuinya.


Kalau kamu berpikir setelah itu mereka impas, ternyata sangat salah. Di hari lain, Gabriel memaksa mengikuti Tory pulang ke Bogor dan mengenalkan diri pada ibu Tory sebagai pacarnya. Tory bingung setengah mati karena itu tidak direncanakannya. Namun, alasan Gabriel muncul selang beberapa menit. Bram datang ke rumahnya juga. Di ujung hari itu, mereka memutuskan untuk pacaran beneran.


Nah loh, kok bisa? Bisa dong. Penasaran? Buruan deh sambangi toko buku kesayangan kamu dan masukan buku ini ke keranjang belanjamu. Kamu akan menikmati keseruan cerita ini.


[CLOSING]
Aku nggak bisa posting kalau ini nggak dapet lima bintang. Kenapa? Karena aku suka banget sama buku ini. Mulai dari cover-nya yang berwarna pink sampai penulis dan editor-nya adalah penulis autobuy aku. Coba kasih aku alasan untuk nggak kasih buku ini bintang lima!

Aku suka hampir semua karakter utama dalam cerita ini. Tolong singkirkan Bram, Ian, dan ibu Tory karena mereka menyebalkan dan nggak peka. Mengatasnamakan keluarga dan cinta tapi sebenarnya mereka menindas Tory dengan semuanya itu. Beda sama Gabriel. Coba deh baca sendiri kenapa aku bisa berpikiran begitu.

Seperti beberapa waktu sebelumnya aku juga pernah baca maraton dan selingkuh dua karya Mbak Indah Hanaco. Apa ya kesan kali ini? Hm, Man Candy itu seperti permen. Manis banget. Ditulis dengan bahasa yang sederhana, ceritanya juga beragam, dari romansa, keluarga, dan persahabatan.


Meskipun cetakan tulisannya agak kecil-kecil tapi tetap enak dibaca. Maklum deh mata tua.


Ah, pokoknya aku happy bangetlah baca buku ini! Ditunggu karya terbarunya lagi ya, Mbak Indah! 

No comments:

Post a Comment