Instagram Posts

Tuesday, May 8, 2018

[REVIEW] Born from a Wish by Mertha Sanjaya

[BOOK INFO]
Judul: Born fron a Wish
 Pengarang: Mertha Sanjaya
Penerbit: Elex Media Komputindo
Genre: Young Adults
Halaman: 256
Ratings: 🌟🌟🌟 (3.75 / 5.0)
[BLURB]
Tim tidak tahu kalau ditinggal pergi Mama, perempuan yang paling disayanginya di dunia ini, akan membuat hidupnya sekarut-marut sekarang. Ia seperti keluar dari porosnya. Ia frustrasi karena pencariannya tidak juga membuahkan hasil. Lalu kemunculan sosok ayah yang amat dibencinya, alih-alih mengobati kesepiannya, malah semakin membuat dunianya jempalitan. Ia tidak tahu apa yang harus dilakukan supaya hidupnya kembali normal. Setiap duka yang dijalaninya menyeretnya pada sosok gadis yang selalu membawa kartu tarot beserta ramalan sintingnya, sampai segurat senyuman di pipinya yang membuat Tim merasa tidak ingin kehilangan orang yang disayanginya untuk kedua kalinya.

Yang Angela pikirkan sewaktu ibu menghubunginya dari kampung adalah mencari seseorang yang akan bisa menyelamatkan hidupnya, bisa membantu membiayai kuliah dan mencukupi kehidupannya, hingga ia bertemu dengan lelaki bule yang membuat hidupnya nyaris terselamatkan. Menurut ramalan kartu tarotnya, ia akan menemukan kebahagiaan. Ramalan itu bisa dipercaya, karena sekarang ia bisa bernapas dengan lega berkat kehadiran lelaki bule tersebut. Hanya saja, ia mulai menyadari bahwa apa yang dilakukannya tidak benar. Ia tidak mampu membohongi nuraninya sendiri. Kebahagiaan yang tengah dirasakannya berada di atas penderitaan orang lain.

Orang lain yang perlahan-lahan mulai disayanginya.


[REVIEW]
Awal cerita dibuka dengan kefrustrasian Tim karena ibunya menghilang dengan hanya meninggalkan pesan singkat padanya. Apa yang sebenarnya terjadi? Tim tidak bisa menebak, dia hanya memutuskan untuk tetap mencari ibunya ke mana pun dia pergi. Jadwal hidup Tim yang sudah padat karena dia masih kuliah dan bekerja paruh waktu serabutan menjadi semakin padat karena dia juga harus mencari mamanya.

Ketika masalah itu belum menemukan titik terang, seorang perempuan aneh muncul dalam hidupnya. Keponakan majikan tempat dia mengasuh anak. Dengan begitu hilang sudah salah satu sumber penghasilan Tim. Tapi positifnya dia jadi punya waktu lebih untuk melakukan pencarian.

Mama hilang, muncul sosok Robert, sang ayah yang setengah mati dibenci oleh Tim. Bukankah ini aneh? Mama hilang lalu papanya muncul? Tim menggeser pemikiran itu. Persetan dengan kehadiran Robert, dia tetap fokus pada tujuan utamanya.


Robert pertama kali muncul di kafe tempat Tim bekerja paruh waktu sebagai cook helper. Sempat membuat adegan heboh karena dia tidak bisa menahan emosinya. Lalu ketika di kampus, sosok Angela mengekorinya seperti anak ayam. Meributkan ini itu padahal Tim ingin sendiri.

Tidak hanya dua orang itu saja, dosennya pun, Mr. Nathan, ikut bertingkah sok akrab. Tidak hanya sok akrab dengan dia, tetapi juga terlihat akrab dengan Robert. Apa hubungannya Mr. Nathan dan Robert? Kenapa semua orang yang ada di sekitar dia juga berhubungan dengan Robert?

Robert sendiri pantang menyerah. Dia terus menerus mendekati Tim, memohon maaf padanya. Namun, kebencian Tim mengalahkan akal sehatnya. Ditampiknya semua ocehan Robert. Baginya, Robert adalah sumber masalah yang membuat hidupnya dan Mama kacau dan susah. Rumitnya lagi, Mama belum juga kunjung ketemu.


Kehadiran Robert dalam keseharian Tim semakin terasa. Dia ikut serta dalam pertandingan futsal yang terpaksa diikuti oleh Tim. Kenapa orang tertutup seperti Tim bisa keceblos ke tim futsal? Salahkan syarat mengisi KRS semester baru yang mengharuskan dia memilih salah satu kegiatan. Demi masa depan, Tim melakoninya.

Segala sesuatu seperti terjadi saat yang tepat. Mama hilang, Robert datang. Part time mengasuh anak berakhir karena Angela, Tim harus ikutan futsal.

Nggak hanya itu, kehadiran Angela seperti menggantikan sosok mama, kecuali berisiknya itu ya. Dengan adanya Angela, Tim jadi punya teman berbagi. Tim ogah banget menjadikan Robert sandaran berhubung Tim percaya, bule itulah penyebab susahnya hidup Tim dan mama. Angela punya sejuta trik untuk mendekati Tim, dan menumbuhkan rasa asing dalam diri cowok itu. Sayang sekali, dia juga punya satu rahasia yang bisa membuat hubungan keduanya hancur berkeping-keping.


[CLOSING]
Sekarang aku akan membagi kesimpulan tentang buku ini.

📰 Konflik yang diangkat adalah tentang keluarga. Keluarga yang berantakan, perasaan menyalahkan satu sama lain, dan soal kehilangan anggota keluarga. Suka banget sama tema itu, ini yang buat menguras air mata.

📰 Untuk gaya menulis, buku ini mengingatkan aku dengan seri terjemahan Enid Blyton. Nada suaranya mirip begitu. Sedikit aulit membayangkan si tokoh utama adalah anak kuliahan. Dari awal aku keburu membayangkan anak SMA. Maafkan mis-interpretation-ku.

📰 Di blurb sempat-sempat menyebut tentang Tarot. Tapi sangat sedikit diungkit di dalam buku, meskipun ada pengetahuan baru soal Tarot itu sendiri. Kalau mungkin diperdalam dan semua masalah yang ada di sini dikaitkan dengan Tarot mungkin lebih joss rasanya.

📰 Buku ini page turner yang cukup ampuh buatku. Sulit berhenti karena rasa penasaran soal jalan keluar masalah yang dihadapi oleh Tim. Endingnya? Memuaskan sih. Akhir yang layak untuk buah perjuangan Tim.

Demikian review dariku. Untuk mbak Metha, terima kasih ya sudah menulis buku ini dan mengizinkan aku membagi pengalaman bacaku. Semoga review dariku berkenan.

No comments:

Post a Comment