Instagram Posts

Tuesday, April 17, 2018

[REVIEW] My Husband is Hot Guy by Miss Kepo

April 17, 2018 0 Comments
[BOOK INFO]
Judul: My Husband is Hot Guy
 Pengarang: Kiss Kepo
Penerbit: Grass Media
Genre: Romance
Halaman: 458
Ratings: 🌟🌟🌟
[BLURB]
Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Sialnya itu terjadi pada diri Amyra. Lantaran minuman laknat yang dia tenggak, nasibnya berubah 180 derajat dalam semalam.

Semua terjadi karena kekasihnya yang selingkuh. Andai dia tidak pergi ke Bali mengobati sakit hatinya, dia pasti masih menjadi gadis biasa dengan hidup serba biasanya.

Sayang, takdir tidak dapat diubah. Nasi telah menjadi bubur. Kini dia harus melakoni peran sebagai istri seorang Kalvino Dirgantara. Lelaki penyebab kesialannya.

Lantas, bagaimana kehidupan rumah tangga mereka yang diawali tanpa cinta? Belum lagi sikap Vino yang super dingin tak tersentuh.

Bisakah Amyra bertahan? Atau justru memilih menyudahi perannya?

[REVIEW]
Ayo berkenalan dengan Amyra Indira Larasati, yang akrab disapa Amy. Dia dengan tidak sengaja ditemukan satu kamar bersama Kalvino Dirgantara di sebuah hotel di Bali.

Hal yang paling masuk akal setelahnya untuk terjadi adalah Amy harus menerima rencana pernikahan yang diatur oleh pihak Vino.

Di sisi lain, Kalvino Dirgantara, cowok hot yang terkenal bukan hanya karena ketampanan dan kekayaan, tetapi juga karena gosipnya sebagai gay. Tanpa perlawanan, Vino menyetujui pernikahan itu.

Sebuah pernikahan tanpa rasa. Apa kabarnya nikah nggak pake perasaan? Tanya sama Amy dan Vino deh.

Pernikahan mereka berjalan seperti pada pernikahan pada umumnya. Amy bahkan mulai mencari kerja baru walaupun Vino jelas lebih dari mampu untuk membiayainya.

Pekerjaan baru Amy menimbulkan konflik bagi pernikahan mereka di mata Vino. Bukan sesuatu yang pernah dibayangkan oleh Vino, tapi dia dibakar api cemburu saat mengetahui bahwa ada lelaki lain yang tertarik dengan istrinya. Belum lagi selesai masalah itu, Hendra, si sepupu, melancarkan aksi balas dendam dengan menyuruh Vino bekerja di luar kota dan tinggal berjauhan dari istrinya.

Vino ini malu-malu mau dan Amy mau-mau aja. Mungkin karena kecepatan bacaku yang menurun karena persiapan bolang, jadi konfliknya belum terbaca. 


Hidup pernikahan mereka dengan pondasi yang tidak cukup kuat, membuat masalah kecil berpotensi menjadi besar. Selain kehadiran atasannya Amy yang terlihat sangat menyayangi Amy membuat Vino dibakar api cemburu.

Selain itu, gosip mengenai Vino di media massa tidak pernah dikonfirmasi oleh yang bersangkutan membuat Amy berpikir bahwa apa yang terjadi itu benar. Akan tetapi, bagaimana pun, Amy tetap membela suaminya karena dialah yang menghadapi suaminya itu sehari-hari dan tahu kelakuannya. Vino memang dingin, tapi dia bukan gay. Lain halnya ketika ada gosip beredar mengenai kedekatan Vino dengan wanita lain. Apalagi, Amy melihatnya dengan mata kepala sendiri. Hal itu membuatnya marah dan pergi dari rumah.

Kejadian itu membuat Vino kalang kabut dan menyusul Amy.


Nah, kalau ada yang penasaran dengan kelanjutan ceritanya, kalian bisa langsung pesan buku ini di toko buku kesayangan kalian.


[CLOSING]
👠 Dari segi cerita, karena ini bergenre romance, what do you expect? Ada dua orang yang saling mencari dan menemukan dengan cara yang tidak lazim, seolah alam memaksa mereka bersama pada awalnya. Untuk content, buku ini sudah berlabel 21+, jadi buat dedek gemes, boleh dicoba, tapi nggak tanggung kalo nggak mudeng. Nasihat macam apa ini hahaha....

👠 Yang sangat mengganggu aku dari perjalanan membaca buku ini adalah typo. Maaf sekali sebelumnya, terlalu banyak typo yang kutemukan. Mulai dari penggunaan huruf besar yang tidak pada tempatnya, spasi yang terlupakan, beberapa kata yang keliru diketik, sampai penggunaan bahasa asing yang kurang tepat. Anyway, itu teknis, I know. Tapi itu mempengaruhiku. So, ya, just so you know.

👠 Dari segi, pembahasaan bisa dinikmati, tapi sulit sekali berkonsentrasi karena si typo itu. Karakternya pun cukup kuat dan bisa divisualisasi dalam benakku, meski aku nggak merasa kalau si Vino ini adalah cowok yang dingin. Konflik besarnya pun ringan, hanya sebatas bagaimana Vino dan Amy bertahan dalam pernikahan mereka yang diganggu ini itu. Dan memang kepercayaan dalam sebuah pernikahan itu penting untuk bertahan.

Tentunya aku berterima kasih kepada @tourianpeekybook@rahma_wijayanti dan @penerbitgrassmedia yang sudah mengizinkan aku membaca salah satu karyanya. Lebih kurang dari review ini semoga berkenan.

Monday, April 16, 2018

[REVIEW] The Lady Escort by Kinanti WP

April 16, 2018 1 Comments
[BOOK INFO]
Judul: The Lady Escort
 Pengarang: Kinanti WP
Penerbit: Kubus Media
Genre: Chicklit
Halaman: 200
Ratings: 🌟🌟🌟
[BLURB]
Jani tak pernah menyangka bahwa keputusannya untuk kembali ke Indonesia justru mendorongnya untuk terjun ke profesi yang tak pernah ia bayangkan. Meski awalnya hendak menolak, namun pesona pria itu justru membuat Jani setuju untuk menjadi kekasih bayaran.

Tama Tjitro tak pernah menduga bahwa untuk mendapatkan hak asuh atas anaknya dia harus mencari perempuan untuk menjadi pasangannya. Namun, begitulah wasiat sang mantan istri. Setelah lama tak pernah akrab dengan wanita, Tama harus menyewa seorang Lady Escort untuk memperdaya semua orang.

Namun, bagaimana bila kebersamaan itu justru membuat mereka jatuh dalam jebakan takdir cinta?


[REVIEW]
Karena buku ini bergenre romance, maka seperti biasa, kita akan berkenalan dengan dua tokoh utama kita bernama Kinanti Anjani--yang biasa disapa Jani--dan Pratama Aditrya Tjitro--atau akrab dipanggil Tama.

Jani baru saja kembali ke Indonesia untuk melarikan diri dari hal buruk yang menimpanya di Belanda selama dia studi S2 dan bekerja di sana. Dia ditawari untuk menjadi seorang lady escort oleh sahabatnya sendiri. Belum memikirkan dengan matang dan menganalisa lebih jauh, Citra sudah serta merta mencetak kontrak kerja yang disetujui oleh Tama.

Tama terpaksa menyewa seorang perempuan untuk dijadikan istri untuk memenuhi wasiat almarhum istrinya untuk mengambil hak asuh anak mereka. Pernikahan kawin lari Tama dan Alicia tidak pernah direstui oleh orang tua Tama. Terutama ibu Tama, dia menyuruh Alicia menceraikan Tama. Dengan segala kekuasaan yang dimilikinya, Alicia mengabulkannya dan membuat wasiat seaneh itu. Disodorkan Jani, Tama merasa mendapat lampu hijau untuk menyakinkan sang Ibu. Tujuan akhirnya adalah mendapatkan hak asuh Adrian, anaknya dengan Alicia.

Tapi dengan cara memanfaatkan Jani? Lambat laun hal itu juga mengusik Tama. Susah emang kalau ibu kesayangan udah keburu jatuh cinta sama calon menantu pura-pura. Lebih susah lagi kalau ternyata Jani hanya melihat ini sebagai pekerjaan.


Lakon yang dijalankan oleh Jani sangat sempurna, dia tahu persis siapa dirinya dan bersama-sama dengan Tama membohongi orang-orang terdekat mereka. Kontak fisik dibutuhkan seperlunya demi menyakinkan semua mengenai hubungan mereka. Tama tidak peduli, yang penting Ibunya mengizinkan dia bersatu kembali dengan Adrian.

Kontrak kerja Jani dan Tama juga mengharuskan dia untuk pergi ke Bali. Selain untuk urusan pekerjaan, Tama membawa Jani untuk meyakinkan lebih banyak orang supaya hak asuh Adrian benar-benar jatuh padanya.

Siapa yang menyangka bahwa Adrian bisa menerima Jani dan tidak keberatan menerima dia sebagai ibunya kelak jika Tama menikah dengan Jani. Sayang sekali, dalam hati Jani, dia hanya menghitung berapa banyak hati yang akan kecewa jika tahu bahwa apa yang terjadi antaranya dan Tama hanya berupa kontrak kerja semata. Tidak ada hubungan romantis sama sekali.

Kira-kira ketahuan nggak ya? Si Tama juga lempeng-lempeng aja nggak ada tanda-tanda yang memperlihatkan bahwa dia menginginkan lebih. Mungkin sebenarnya ada, tapi yang Jani tahu Tama melakukan semuanya itu untuk batas profesional.


Sebenarnya cukup mudah untuk Jani menolak Tama dengan apa yang pernah terjadi di masa lalunya. Bagi Jani, perasaan kepada lawan jenis bisa saja berakhir sangat buruk. Jadi, lebih baik dia lebih tegas mematikan perasaannya ketimbang harus terjebak dengan situasi serupa, meskipun akhir bisa berbeda. Namun, siapa yang bisa menjamin?

Masalah yang timbul di kantor Bapak Tama membuat hubungan mereka merenggang. Tama yang kaget tidak mendapati Jani di rumah langsung panik dan mengucapkan kalimat yang menegaskan hubungannya dengan Jani. Di satu sisi, Jani merasa mendapat bantuan Tama untuk mematikan perasaannya yang membuncah bersama pria itu. Namun, dia tahu, hatinya tetap sakit karena perlakuan Tama meskipun apa yang diungkapkan Tama itu benar.

Ucapan selamat tinggal benar-benar terlontar dari bibir Jani. Mengembalikan semua yang pernah diberikan oleh Tama dan memutuskan untuk hidup dengan normal seolah keputusannya menjadi seorang lady escort tidak pernah ada.


[CLOSING]
Secara keseluruhan, buku ini membayar rasa penasaranku saat membaca blurb. Penulisannya juga mengalir dan page turner. Dari awal aku sudah penasaran dengan apa yang terjadi dengan Jani di Belanda sehingga dia memutuskan kabur. Aku punya dugaan dan dugaanku dijawab dengan sangat wah dari segi konsep.

Kalau boleh kasih saran--hm, ini balik ke selera baca pribadi sih--aku lebih suka dimain-mainkan perasaannya oleh suatu cerita. Cerita satu ini kalau diibaratkan aku naik perahu arung jeram, segimana pun arus yang wah, aku akan tetap kering tanpa bener-bener kecemplung dan merasakan sendiri ganasnya aliran air. Aku tahu ada beberapa kejadian penting dan dalam di cerita ini tapi seolah aku nggak dibawa serta hanyut lebih jauh.

Masa lalu Tama dan Jani benar-benar gelap. Keduanya punya hidup yang tidak mudah. Perjuangan mereka nggak main-main. Tapi ya, rasanya begitu aja. Hanya punya pengetahuan sebatas itu. Padahal aku pengen merasakan kesakitan Jani, keterpurukan Tama.

Atau mungkin ini hanya bentuk protesku karena ceritanya begitu cepat aku baca.

Aku cukup suka dengan topik yang diangkat soal lady escort ini. Dituangkan secara manis sekaligus penuh pengetahuan baru. Ada pelajaran juga soal adat Jawa yang masih kental. Dan bagaimana keduanya besar di luar negeri tetapi masih menghargai budaya mereka.

Terima kasih kak @kinantiwp untuk kesempatannya bisa membaca buku ini dan menuliskan review abal-abal. Semoga berkenan. Ditunggu karya berikutnya.

[REVIEW] Milan by Ainur Rahmah

April 16, 2018 0 Comments
[BOOK INFO]
Judul: Milan
 Pengarang: Ainur Rahman
Penerbit: Bentang Pustaka
Genre: Teenlit
Halaman: 386
Ratings: 🌟🌟🌟🌟
[BLURB]
Damara yakin bisa meluluhkan hati Milan. Ia percaya, cowok dingin itu pasti punya sisi lembut yang tersembunyi. Damara berusaha mendekati Milan dengan berbagai cara. Namun, dengan berbagai ungkapan juga ia ditolak mentah-mentah.

Bagi Milan, semua cewek itu sama, melelahkan dan merepotkan. Kenapa ia harus dekat-dekat dengan cewek kalau hanya akan menyusahkan hidupnya? Ia nggak segan-segan menghindari Damara bahkan hingga membuat gadis itu sakit hati.

Akan tetapi, Damara yakin, suatu saat Milan akan membutuhkannya. Damara siap menemaninya melewati masa-masa sulit yang membuat Milan menjadi pembuat onar seperti sekarang. Damara yakin, akan ada masa saat es yang beku itu akan mencair dan menghangat.


[REVIEW]
Wah, aku excited untuk share soal buku ini. Salah satu kisah remaja yang bikin gemes dan senyum-senyum sendiri, sambil mengingat masa lalu. Yuk, kita kenalan sama Damara dan Milan, dua tokoh utama di cerita ini.

Damara Kinanti. Cewek yang akrab disapa Ara ini fans garis depan Milan. Dia rela berjajaran dengan ratusan cewek lain yang juga menyukai Milan. Pantang mundur meski Dava, sabahatnya, sudah berulang kali menasehati.

Milan Arego. Cowok sedingin es di Kutub Utara itu tidak menggubris apa pun yang dilakukan oleh para penggemarnya. Eskpresi datar yang selalu dikenakannya tidak memukul mundur pasukan pengagum Milan. Bahkan mereka merasa itu adalah daya tarik si Ganteng. Terhadap Ara, Milan bukan hanya cuek. Beberapa kali dia malah mendamprat Ara dan membuatnya menangis.

Suatu hari, Ara menolongnya dari keroyokan Adrian and the genk di bawah hujan. Sejak saat itu, ada yang mengusik hati dingin Milan. Cie..., yang udah mulai merasa jatuh cinta!


Cerita remaja unyu ini emang page turner banget. Bikin senyum-senyum, menitikkan air mata juga, sedikit sih. Nuansanya terlalu cerita untuk ditangisin.

Perjuangan Damara melumerkan hati dingin Milan membawa hasil. Sedikit banyak mata Milan juga mulai mencari-cari kesempatan berbenturan dengan Damara. Meski begitu Milan takut. Takut kalau Damara hanya menyukai kelebihannya saja. Takut kalau Damara akan sama dengan perempuan lain yang pergi dari kekasihnya karena dia jatuh terperosok. Maka dari itu, Milan menyetujui saran Ray untuk melakukan sesuatu membuktikan dugaannya. Sayang sekali, Milan tidak berpikir lebih panjang apa saja akibat yang diperolehnya kalau dia melakukan hal itu.

Damara marah, merasa dilecehkan. Kemarahannya bukan hanya berumur satu hari atau sekejap saja. Milan mencoba menjelaskan tapi Damara selalu menghindar. Cewek itu sudah menyerah pada perasaannya untuk Milan. Berusaha melupakan Milan dan mencari alasan baru untuk tersenyum.

Milan bingung lalu menyetujui ide Ozy untuk gantian bersikap seperti Damara di awal-awal hubungan mereka. Milan membawakan bekal yang langsung ditampik Damara. Bahkan cokelat dengan secarik surat yang diberikan oleh Milan pun berhasil masuk ke tempat sampah. Ketika Damara pingsan, Milan menolongnya. Tapi itu juga nggak menyurutkan Damara untuk melupakan Milan. Damara menolak semua perlakuan Milan dan berkata bahwa dia sudah menyerah dan minta pada Milan untuk tidak mengurusinya lagi. Tristan sampai harus turun tangan menengahi mereka berdua.

Aduh, berhasil nggak ya Tristan mencoba untuk mendamaikan keduanya?


Setiap usaha pasti membuahkan hasil. Damara akhirnya memberikan kesempatan buat Milan untuk menjelaskan tindakannya. Meskipun begitu, rasa gengsi masih tersisa sedikit. Milan ternyata tidak tanggung-tanggung untuk membuktikan keseriusannya untuk berbaikan dengan Damara. Iyalah, dia serius, soalnya Damara sudah membawa perubahan positif dalam diri Milan dan membuat cowok itu nggak bisa move on tanpa Damara. Cie..., yang baca udah mulai kena baperannya Milan hahaha!

Kebersamaan Milan dan Damara mendapat banyak godaan dari para sahabat konyolnya. Bahkan, Dava yang notabene menyimpan perasaan pada Damara memutuskan untuk move on juga dari perasaannya karena merasa tidak punya tempat yang lebih spesial daripada pada tempat Milan di hati Damara. Milan sendiri cukup tahu diri untuk mulai memperbaiki diri, supaya dia lebih pantas bersanding dengan Damara. Astaga cowok es batu ini bisa aja bikin baper dengan caranya sendiri. 😍

Damara sih santai-santai aja. Bisa dekat sama Kak Milan-nya sudah membuat dia membumbung ke langit, nggak perlulah status yang jelas segala. Lagipula, meskipun belum pernah menyatakan statusnya, tapi Milan menyatakan perasaannya melalui semua tingkah lakunya. Apa pun yang dilakukannya kini berpusat pada Damara.

Kira-kira sampai kapan ya Damara bisa berpuas diri dengan kedekatan tanpa status itu sementara hampir semua orang terdekatnya punya kisah manis dan status yang jelas?


[CLOSING]
Sejak pertama lihat cover ini dan baca blurb-nya, jujur aja aku merasa tertarik. Tertarik pada Milan, penasaran sedingin apa dia. Saat itu aku juga mendoakan semoga si Damara ini kapok mendekati Milan karena dia pasti punya perasaan yang perlu dijaga. Namun, setelah aku selesai baca buku ini, aku kepincut sama... Ozy!!! Hahahaha!

Aku suka bagaimana benang merah antara Milan dan Damara ditarik lalu sedikit bercabang menceritakan sedikit-sedikit mengenai orang-orang yang ada di sekitar mereka. Bumbu-bumbu itu membuat buku ini sedap.

Membaca ini seperti kembali lagi ke masa remaja. Dilarang tanya sama aku itu kira-kira sudah berapa tahun berlalu. Pokoknya bisa banget bikin nostalgia. Untungnya nggak bikin aku terjebak dalam nostalgia kayak Milan yang belum bisa melepas masa lalunya.

Tingkah Ara yang sederhana dan polos benar-benar khas remaja SMA. Remaja yang baru merasakan cinta pertamanya. Beruntunglah dia, berkat kegigihannya menara es di hati Milan mencair dan membalas perasaannya meskipun mesti menyakiti Damara dulu ya.

Aduh, pokoknya kamu harus baca cerita ini. Dijamin terhibur! Kayaknya nggak ada part yang nggak bikin aku ngikik. Seru, lucu, menyenangkan. Milan odong, tapi bikin baper hahahaha!

[REVIEW] Aroma Karsa by Dee Lestari

April 16, 2018 0 Comments
[BOOK INFO]
Judul: Aroma Karsa
 Pengarang: Dee Lestari
Penerbit: Bentang Pustaka
Genre: Umum
Halaman: 724
Ratings: 🌟🌟🌟🌟🌟
[BLURB]
Dari sebuah lontar kuno, Raras Prayagung mengetahui bahwa Puspa Karsa yang dikenalnya sebagai dongeng, ternyata tanaman sungguhan yang tersembunyi di tempat rahasia.

Obsesi Raras memburu Puspa Karsa, bunga sakti yang konon mampu mengendalikan kehendak dan cuma bisa diidentifikasi melalui aroma, mempertemukannya dengan Jati Wesi.

Jati memiliki penciuman luar biasa. Di TPA Bantar Gebang, tempatnya tumbuh besar, ia dijuluki si Hidung Tikus. Dari berbagai pekerjaan yang dilakoninya untuk bertahan hidup, satu yang paling Jati banggakan, yakni meracik parfum.

Kemampuan Jati memikat Raras. Bukan hanya mempekerjakan Jati di perusahaannya, Raras ikut mengundang Jati masuk ke dalam kehidupan pribadinya. Bertemulah Jati dengan Tanaya Suma, anak tunggal Raras, yang memiliki kemampuan serupa dengannya.

Semakin jauh Jati terlibat dengan keluarga Prayagung dan Puspa Karsa, semakin banyak misteri yang ia temukan, tentang dirinya dan masa lalu yang tak pernah ia tahu.


[REVIEW]
Aroma Karsa ini bahkan sudah memikat sejak baru melihat cover-nya. Nuansa-nuansa etnis kuno memang menarik. Tapi segera dipukul mundur oleh ketebalannya. Namun, sama halnya dengan jodoh, aku sepertinya berjodoh dengan buku ini. Dan lebih dari itu, bahkan aku diberikan kesempatan untuk bertemu langsung dengan penulisnya dan membagikan pengalamannya menulis karya fenomenal ini.

Sejak paragraf awal, aku sudah menyukai apa yang dinamai tempo oleh si penulis. Tulisan ini tidak hanya nyaman dibaca lalu diimajinasikan. Namun, juga akan terasa sangat indah ketika dilafalkan. Bahkan ketika aku merekam paragraf pertamanya di ponsel dan mendengarkan suara sendiri, aku langsung tahu bahwa apa yang aku baca ini akan menjadi salah satu kisah berkesan. Sebuah pengalaman aromatis dalam bentuk kata-kata. Bayangkan, aku merasa bisa mencium semua yang dijelaskan di dalam buku ini padahal selama bacanya, aku pilek hahaha. Mengagumkan sekali.

Untuk jalan cerita, plot maju mundur yang dipakai oleh penulis anehnya justru seperti kain dalam satu tenunan. Tidak aneh, tidak lompat-lompat dan justru menjadikannya indah.

Unsur fantasi dan misteri yang digunakan dalam buku ini bikin merinding dan aku yakin proses move on ke buku berikutnya tidak akan mudah.

Buku ini bercerita tentang ambisi seorang anak abdi yang karena kekuatan misterius berhasil mengubah nasib dirinya dan keturunannya. Dia lalu meminta keturunannya itu menuntaskan tahapan ketiga yang menjadi inti dari keseluruhan cerita ini. Dalam kisahnya mereka tidak hanya berurusan dengan bagian sejarah yang hilang, tetapi juga kisah mistis khas Tanah Air. Benar-benar penggabungan yang bisa dinikmati oleh semua orang.

Dalam misi pencarian Puspa Karsa yang merupakan awal dan tujuan karakter-karakter dalam buku ini, ada banyak hal yang bisa dipelajari. Tentang bagaimana bertahan hidup dalam situasi yang tidak mudah. Bagaimana kebaikan selalu berpihak pada orang yang baik juga, meski hidupnya dihimpit kesulitan. Bagaimana kejayaan dan kecantikan selalu jadi bagian yang terpaut satu sama lain dan menimbulkan iri dan ambisi yang dingin. Bagaimana kisah yang kita dengar sejak kecil bisa menjadi jawaban atau pemahaman hal-hal yang terjadi ketika kita dewasa.

[CLOSING]
Membaca buku ini tidak hanya sebagai satu hiburan tersendiri. Melebihi dari buku-buku yang kubaca akhir-akhir ini, karya Mbak Dee Lestari ini membuat otakku berpesta dengan kata-kata yang melodik, ditambah dengan cerita pembuatannya yang aku dengar lebih dulu sebelum membaca ceritanya. Benar-benar memuaskan. Terima kasih untuk Bentang Pustaka yang sudah mempersembahkan buku sebaik ini kepada umum, dan terutama buatku. Aku berharap, Aroma Karsa tidak hanya bisa memuaskanku melalui kata-kata dan imajinasiku yang terbatas. Aku bahkan bisa membayangkan betapa terpukaunya aku kalau bisa melihat Aroma Karsa dalam bentuk film. Aku akan senang dibuat terpukau berkali-kali. Bravo, Mbak Dee Lestari!