Instagram Posts

Tuesday, September 19, 2017

[REVIEW] The Perfect Love by Indah Riyana

[BOOK INFO]
Judul: The Perfect Love
Pengarang: Indah Riyana

Penerbit: Kata Depan
Genre: Umum

Tebal: 341
Periode baca: 6 - 10 September 2017
Ratings: 🌟🌟
🌟


[BLURB]
"Cinta itu seperti menggenggam kaca, jika dipegang terlalu erat, kamu akan merasa sakit. Namun, jika terlepas tiba-tiba, ia akan pecah, lalu seketika kamu kehilangannya."

Ini sebuah cerita tentang cinta, pengorbanan, kasih sayang, ketulusan, rasa sakit, dan tentang mereka yang tengah mencari kebahagiaan yang berada jauh entah di mana.

Ketika tawa, tangis, bahagia, haru, dan derita berpadu menghancurkan titik terlemah cinta, muncullah keraguan dalam dada. Benarkah tidak ada cinta yang sempurna? Bernarkah semua cinta patut diperjuangkan?

Ketika satu per satu potongan hati mukai terpecah-belah. Ketika keraguan berhasil merenggangkan genggaman. Perlahan, menghancurkan mereka. Semua berusaha untuk kembali, menemukan cinta yang sempurna.

Dengan segala prasangka yang mendera, masih mampukah mereka?

[REVIEW]
Buku ini mengisahkan dua keluarga di mana kepala keluarganya adalah seorang pilot. Meskipun memiliki profesi yang sama, tetapi sikap mereka terhadap keluarga masing-masing.

Arsen dan Ayla keluarga yang sangat harmonis. Namun tidak ada yang sempurna, Ayla yang overprotektif harus bentrok dengan Nimas, anak perempuan mereka yang beranjak dewasa.

Awan dan Viana dengan anak tunggal mereka, Khanza, malah menghadapi hal yang lebih rumit lagi. Baik Awan dan Viana sama-sama sibuk bekerja, meninggalkan Khanza yang haus akan kasih sayang dari kedua orang tuanya. Situasi rumah tangga mereka diperkeruh karena meninggalnya anak laki-laki kedua mereka karena Viana lebih mementingkan pekerjaannya.

Nimas dan Khanza bersahabat sejak lama karena kedekatan orang tua mereka. Namun, masing-masing dari mereka memiliki masalah sendiri yang akhirnya menimbulkan jarak di antara mereka.

Aku gemes sama Nimas yang tingkahnya tengil dan selalu berantem sama mamanya. Dia belum mengerti bahwa apa yang dilakukan mamanya adalah untuk kebaikan. Ayla sendiri juga berlebihan melarang Nimas ini itu. Lain dengan Khanza yang pasrah dan menyimpan sendiri kesepiannya.

"Kamu, Ayah, Mas Dio adalah laki-laki pendekar yang selalu setia menjaga Bunda. Jadi, ayo sama-sama kita bikin Bunda tersenyum." (hal 134)

Di tengah perdebatan antara Ayla dan Nimas, Arsen berusaha ada di kedua pihak, tidak ingin berat sebelah. Dia bahkan membuat Naufal juga ikut bisa menghibur Ayla dari kelakuan Nimas.

Namun, bukannya selesai, masalah malah bertambah. Nimas semakin berani melawan Ayla dan terus-menerus menyakiti Bundanya.

Lain halnya dengan Nimas, Khanza sendiri sedang dirudung masalah dalam keluarganya. Kelakuan Nimas malah tidak membantu sama sekali, cenderung memperburuk keadaan. Perpecahan di antara keduanya tidak terelakan.

Kondisi keluarga Khanza semakin kacau. Rahasia terbesar Awan, papa Khanza terungkap sudah oleh Viana. Viana mengambil langkah bijak untuk tidak memperpanjang masalah itu dengan Awan. Dan itu membuat Khanza kehilangan kesabarannya.

Sementara Nimas masih saja keras kepala dan tidak mau pulang ke rumah. Ayla sangat sedih dan sulit dibujuk oleh Arsen dan kedua anak lelakinya. Persahabatannya dengan Khanza pun tidak ada tanda-tanda membaik. Akan tetapi, Nimas membela Khanza waktu salah seorang temannya menyinggung Khanza.

 [CLOSING]
Banyak nilai-nilai kehidupan yang bisa diambil dari buku ini. Hidup itu tidak selalu mulus dan bahagia. Ada kalanya hidup membawa kita ke bawah hanya untuk memperlihatkan siapa malaikat berwujud manusia untuk kita. Menurutku, Arsen untuk Ayla, dan Ayla untuk Nimas.

Konfliknya cukup kompleks dan seolah semua berbaur menjadi satu. Bertubi-tubi mengenai si tokoh. Aku jadi kasihan, terutama sama Khanza sahabatnya Nimas. Entah kenapa ketika kejadian yang nggak enak menimpa Nimas, aku sebagai pembaca malah cuek aja. Mungkin karena ambeng banget itu tingkahnya sih Nimas.

Untuk jalan cerita, awalnya sedikit membingungkan, karena fokus pada masalah dua keluarga. Namun, ketika sudah terbiasa jadi nggak masalah lagi sih. Cerita ini termasuk page turner buatku.

Untuk penokohan, aku cukup dibuat bingung siapa sebenarnya tokoh utama dari kisah ini. Namun, setelah kurenungkan sendiri, maka kupilih Nimas sebagai tokoh utamanya. Meski begitu semua tokoh yang ada dan semuanya memegang peranan yang tidak kalah penting. Tuh kan, aku jadi galau lagi!

No comments:

Post a Comment