Instagram Posts

Tuesday, September 19, 2017

[REVIEW] What a Boss Wants by Christian Simamora

[BOOK INFO]
Judul: What a Boss Wants
Pengarang: Christian Simamora

Penerbit: Roro Raya Sejahtera (Twigora)
Genre: Romance

Tebal: 424
Periode baca: 13 - 17 September 2017
Ratings: 🌟🌟🌟🌟🌟

[WARNING] 
Novel ini berkategori NOVEL DEWASA. Tidak disarankan dibaca oleh teman-teman yang masih di bawah umur. Bijaklah dalam membeli dan membaca buku sesuai dengan usia kalian.
 
[BLURB]
SATU-SATUNYA YANG LEBIH LUAR BIASA DARI MENCINTAIMU ADALAH KETIKA TAHU KAU JUGA MENCINTAIKU.
***
SEDUCE ME LIKE YOU’RE TRYING TO GET A PROMOTION
Setelah cukup lama nyaman dengan status single-nya, akhirnya Soleram Anand jatuh cinta lagi. Kabar buruknya, dia jatuh cinta dengan bosnya sendiri. Tak hanya cerdas dan penuh semangat, Jiro Amadeus Vimana juga memiliki aura seksi yang membuat jantung Sol berdebar hebat. This is really unprofessional. Makanya, satu-satunya cara supaya tak kehilangan respek dari teman-teman sekantor adalah dengan mengubur perasaan itu dalam-dalam dan fokus dalam pekerjaan barunya.


TREAT ME LIKE I’M THE COMPANY’S BIGGEST CLIENT
Yang Jiro inginkan adalah menjalani jabatan sebagai direktur Toybox sebaik mungkin, sekaligus berharap suatu saat papanya akan berhenti memandangnya sebelah mata. Dia juga ingin Toybox rutin memproduksi plush toy dengan karakter orisinal, yang suatu saat bisa dijual lisensinya secara internasional. Ambisi besar itu membuatnya mengenal Sol. Jiro yakin sekali, potensi besar cewek itu sanggup membawa Toybox bergerak maju sesuai dengan visi barunya.


KISS ME LIKE YOU WANT TO GET FIRED
Namun, setelah spontan berciuman dengan Sol—diikuti dengan malam-malam terpanas dalam hidupnya—Jiro sadar cewek itu tak lagi sekadar desainer baru di perusahaannya. Kini, bertambah satu hal lagi di daftar keinginannya: memastikan Sol jadi miliknya....


[REVIEW] 
Akhirnya kesampaian juga baca bareng What a Boss Wants dari Babang kesayangan ini setelah menunggu cukup lama (aku ikut PO pertamanya!). Dan aku pasti sangat paham perasaaan Jiro yang harus menahan perasaannya pada Sol, soalnya sama dengan perasaanku yang menahan diri untuk nggak baca duluan dan menghabisinya dalam satu tarikan napas. Itu baca apa nelen buku? He he he!
 
Sol benar-benar nggak habis pikir; Jiro yang sebelumnya dia cap verboden sekarang malah menemukan cara baru untuk menyelinap masuk ke hati. Kalau tadi wajahnya bersemburat malu dibuatnya, sekarang hati Sol membengkak karena berbunga-bunga seperti kendaraan hias di festival Pasadena. (hal 56)

Kisah ini diawali dengan kisah Jiro yang bermasalah sama papanya. Dia berusaha untuk membuktikan diri dan tidak dipandang sebelah mata lagi. Lalu dia bertemu dengan Sol, designer baru di perusahaannya; yang dia percaya bisa membantunya mencapai tujuan kesuksesan. Ternyata, nggak cuma perusahaan yang akan terbantu, tampaknya hatinya Jiro juga menemukan tambatannya.


Sol menggigit bibir bawahnya, sukses tertular stresnya Rahmat. Dia juga kepikiran sama Bos Jiro. (hal 99)

Jujur deh, Sol. Kamu kepikiran Jiro soal apa? Ikutan khawatir bagaimana Jiro bisa menghadapi tantangan besar dalam perusahaannya yang terkena kasus hak cipta? Atau kepikiran pengen peluk Jiro supaya dia bisa lebih kuat menghadapi ini semua? Ha ha ha!

Aku pembaca macam apa deh, itu si tokoh utama lagi kesulitan, aku malah membayangankan yang iya-iya. *tebar bunga kertas*

Tapi melupakan orang yang teramat dicintai nggak segampang yang Papa kira. Makanya, saya butuh waktu untuk menyembuhkan diri. (hal 151)

Jadi orang yang mencintai lebih banyak itu nggak enak, Sol. Nggak pernah enak. (hal 153)

Ini kenapa deh dua lelaki sepupu jauh ini beraura gelap macam gini? Aku kan jadi ikutan sedih. Jadi pengen peluk Jiro dan menguatkan dia. Hatiku juga tertutup kok, Jiro, cuma kamu yang punya kuncinya.

Soleram, Soleram.
Soleram anak yang manis.
Anak manis janganlah dicium, Sayang.
Kalau dicium merahlah pipinya.
Ah, sial.
Jiro jadi kepikiran mencium pipi Sol sampai merona merah deh....(hal 180)
 
Cie, udah kepengen nyosor aja nih Pak Jio. Kecup dulu sini, biar makin mupeng.

Kesuksesan Jiro bangkit dari keterpurukan perusahaannya gara-gara masalah hak cipta membawa efek yang cukup besar. Kini, perusahaannya ditawari untuk ikut Shanghai Toy Expo. Sudah rejekinya Sol, seminggu sebelum acara itu general manager yang harusnya mendampingi Jiro kecelakaan. Dengan bijaknya (atau modus terselubung), Jiro menunjuk Sol untuk menggantikannya.

Kamu cenderung mengalahkan egomu sendiri demi menyenangkan orang lain, terutama papamu. (hal 339)

Lagi akrab-akrabnya hubungannya dengan Sol, Jiro terlibat lagi urusan dengan papanya. Kali ini tidak tanggung-tanggung, menyangkut soal Sol juga. Nah loh, Jiro jadi gagal fokus deh. Pilih ada di pihak siapa, Ganteng? Pilih aku aja ya!

[CLOSING]
⛄️ Buku ini BEDA. Meski gaya menulis Bang Chrismor khas, tapi aku perlu menulis bahwa ini beda. Kehidupan kantorannya membumi banget. Beda dengan buku-buku sebelumnya yang mengambil setting kaum jetset. Di buku ini tidak terlalu banyak brand-brand asing yang terbaca. ⛄️ Aku suka pelesetan nama brand-brand yang ada di dalam cerita ini dan keasyikan sendiri menebak-nebak brand aslinya. Eh, muncul cameo Penerbit Twigora yang pesan boneka jerapah. Tolong kirim satu ke aku. ⛄️ Untuk romansanya, mirip-miriplah ya sama cerita pendahulunya. Tapi selalu ada fakta unik yang diselipkan. Kali ini, heroine-nya nge-fans sama Little Pony. Sekali lagi, aku menyesalkan mengapa kelarin buku ini begitu cepat. Kisah manis, happy ending, konflik batin yang kalem, dan scene-scene bikin gerah sukses bikin aku cekikikan dan senyum-senyum mupeng pas baca.

Can't wait to hold your next book, Bang!

No comments:

Post a Comment